Jumat, 30 Agustus 2013

Terapi Virus Merah Jambu

Waktu mentoring SMA( sok atuh yang belum mentoring.. kita belajar bersama), tutor saya mengatakan ada jenis virus.. virus merah jambu... Jenis virus apakah ini?... Siapa ?? penemunya...Namanya unik, virus merah jambu... Apakah ia punya enzim unik juga..?????


Kalau pernah membaca tulisan saya, maka sebenarnya virus sebagai benda asing dapat menyebabkan penyakit ketika prajurit imun kita kalah melawan mereka. Sebenarnya virus juga mengambil kesempatan. Sama akan halnya virus merah jambu. Mereka akan melawan keimanan kita. Menghancurkan benteng pertahanan yang mungkin memang tak kokoh atau sebaliknya dengan daya virulensi luar biasa menghancurkan benteng yang telah dibangun dengan tembok penghalang yang tinggi dan berjeruji baja.
Tembok itu adalah hijab dalam pergaulan. 

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(An-Nissa : 30)

Surat Cinta untuk Murobbi



Untuk Murrabbiku, sang Bidadari Bersayap Malaikat…

Ketika perjumpaan pertama kita, Awalnya biasa saja. Tak ada perasaan khusus dariku untukmu. Semuanya tampak biasa…
Kecuali senyum tulus yang engkau sunggingkan kepadaku, jabatan erat tangan darimu, serta pelukan bersahabat yang kudapatkan untuk pertama kalinya ketika kumelangkahkan kaki di tempat yang serba asing di kala itu, namun ditakdirkan sebagai bagian dari masa depanku.

Sungguh…semua membuatku merinding, merasa diistimewakan… Oh Tuhan, Bidadari itu telah menyapaku, membimbing tanganku tuk melangkah di jalanMu. Ajakan-ajakan tulus nan mulia telah mengantarkanku menjadi Mutarrabimu…
Merintis langkah-langkah ke syurga yang tak pernah terbersit lama di khayalanku. Khayalan kanak-kanakku yang masih tak memahami bahwa setelah hidup pasti akan ada mati, bahwa hidup ini bukan hanya deretan kejadian kosong tanpa maknawiyah Ketauhidan di dalamnya, bahwa kehidupan sebenarnya adalah kelak ketika semuanya tak di perdulikan lagi kecuali amalan-amalan kita di dunia.

Haruskah Suami Istri Menutupi Tubuh Saat Jima’?

Hingga saat ini, banyak Muslim yang beranggapan bahwa ketika suami istri berjima’, mereka harus menutupi tubuhnya alias tidak diperbolehkan telanjang. Umumnya, anggapan ini dilandasi oleh dua hadits berikut ini.
Pertama, hadits riwayat Ibnu Majah.
“Jika seseorang diantara kalian hendak mendatangi istrinya, maka hendaklah menutupi tubuhnya, dan janganlah bertelanjang bulat seperti telanjangnya dua khimar.”
Kedua, hadits riwayat Tirmidzi.
”Janganlah kalian bertelanjang, sebab sungguh bersama kalian ada makhluk yang tak pernah berpisah...”
Bagaimanakah duduk persoalan yang sebenarnya dan bagaimana kedudukan dua hadits tersebut? Salim A. Fillah di dalam bukunya Bahagianya Merayakan Cinta menjelaskan bahwa hadits pertama (yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah) adalah dhaif. Dalam sanadnya terdapat Al Ahwash bin Hakim dan Walid bin Al Qasim Al Hamdani, keduanya dhaif. Bahkan, An Nasa’i memberi catatan: “hadits ini mungkar.”

Senin, 26 Agustus 2013

Kabar Gembira dari Dr. Aidh Qarni



Dr. Aidh Qarni, ulama Saudi
  Dr. Aidh Qarni seorang ulama di Saudi yang terkenal dengan bukunya “La Tahzan” menulis di ansarportsaid.net hari Sabtu 24 Agustus 2013 tentang bagaimana seorang muslim menyikapi kondisi Mesir saat ini. Berikut cuplikan tulisan beliau:

Ketika aku sedang menagis karena meratapi apa yang menimpa umat ini di seluruh dunia Islam, terutama di Mesir dan Suriah, ada seorang kawanku datang bertanya, “Kenapa kau bersedih?” Aku menjawab, “Aku bersedih karena agamaku sedang dalam kesulitan.” Diapun menjawab, “Islam adalah agama Allah swt. Dia sendiri yang akan menolongnya. Bukankah Allah swt. berfirman, ‘”Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.’” [Al-Mujadilah: 21].

Sabtu, 03 Agustus 2013

3 Pemimpin Dunia Yang Hafal Al-Qur'an 30 Juz


1. Raja Arab Saudi “FAISAL BIN ABDUL AZIZ”
Adalah Raja Arab Saudi yang ke 3 yang menjabat mulai tahun 1964 hingga tahun 1975. Raja Faisal lahir di Riyadh pada tahun 1906 dan merupakan anak keempat Raja ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdurrahman as-Saud, pendiri Arab Saudi.

Beliau hafal 30 juz pada usia 16 tahun, menjadi panglima perang pada usia 19 tahun, memimpin timur tengah untuk melawan Israel (tidak dilakukan oleh raja Saudi lainnya), satu-satunya pemimpin Arab yang berani mengembargo minyak bumi ke Amerika Serikat dan Nato.

Dalam seruan khutbah Jihadnya melawan Israel, Raja Faisal berdo’a dihadapan khalayak agar Allah menetapkan kematiannya diterima Allah sebagai orang yang terbunuh dijalanNya (Syuhada). Insyaallah terkabul ketika dibunuh Konspirasi melalui tangan keponakannya sendiri yg baru pulang dari Amerika.