Selasa, 24 April 2012

Dialog Antar Ikhwan (Sok) Stabil & Ikhwan (agak) Labil

Selepas shalat Zhuhur, para ikhwan tidak langsung beranjak dari masjid. Seperti biasa, mereka saling membentuk kelompok-kelompok kecil dan memperbincangkan banyak hal. Begitu pula yang kini dilakukan akh Simun dan akh Afik di pojok masjid.
“Assalamu’alaikum. Gimana kabarnya, Akhi?”
“Wa’alaikumussalam. Alhamdulillah, akh. Tetap berseri sebagaimana mentari di pagi hari. By the way, ada apa nih, akh? Tumben-tumbennya mukanya kusut begitu.”
“Muka ane emang begini, akh.”
“Betul juga. Terus ada apa, akh?”
“Sebenarnya ane pengen minta tolong sama Ente.”
“Minta tolong apa? Sebagai saudara, ane pasti bantu kalau Ente punya masalah.”

Rabu, 18 April 2012

Inspirasi Umar Bin Khattab

Umar bin Khattab,
Rindu ku melihat wajahmu
Ketokohanmu menyejarah
Kepahlawananmu menghadirkan decak kagum
Keperkasaanmu menjungkalkan kemusyrikan
Keadilanmu meleburkan masalah
Kepedulianmu menghadirkan kebahagiaan
Luka-luka menganga kehidupan terobati
Jahitan kebenaranmu telah menyatukan serpihan-serpihan kesalahan

Umar,
Dari dulu hingga kini namamu membumi
Sampai kapan pun namamu akan selalu dikenang
Kepahlawananmu menjayakan Islam
Gaya pemerintahanmu mengindahkan kehidupan

Minggu, 11 Maret 2012

Diplomasi Rok Mini


Ketika Ketua DPR buka suara tentang tidak dianjurkannya mengenakan rok mini di lingkungan DPR, serentak komentar pro dan kontra bermunculan. Sebagian besar menentang dengan alasan mengenakan rok mini adalah hak asasi atau bentuk kebebasan ekspresi.

Saya mencoba mencerna alasan tersebut. Berpikir apakah mereka yang menentang adanya pembatasan rok mini di lingkungan DPR dengan vokal, selama ini juga menentang pembatasan berpakaian yang diterapkan, termasuk dalam berbagai acara undangan kenegaraan, bahkan acara resmi swasta sekalipun, “Mohon hadir dengan pakaian resmi, jins dan t-shirt tidak diperkenankan.“

Kalimat tersebut, misalnya, biasa kita temukan. Para wartawan yang berpakaian bebas, jika meliput di istana diharuskan mengenakan dasi. Padahal, bukankah mengenakan jins dan t-shirt atau tidak mengenakan dasi, juga bisa masuk ke dalam hak asasi dan kebebasan ekspresi?

Minggu, 26 Februari 2012

Sungguh Berartinya Waktu

Coba Anda pikir-pikir, sesungguhnya banyak sekali jalan untuk mengerjakan amal kebajikan tanpa memerlukan usaha yang berat. Amal kebajikan itu dapat Anda kerjakan saat berjalan dengan kedua kaki Anda, mengendarai kendaraan, sedang berdiri atau duduk.

Dalam waktu satu menit, sebenarnya Anda dapat membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 15 kali. Rasulullah bersabda: “Demi Dzat yang menguasai diriku, sesungguhnya nilai surat Al-Ikhlas serupa dengan sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari)

Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca surat Fatihah sebanyak lima kali. Rasulullah pernah berkata kepada Ibnu Ma’ali, “Aku hendak mengajarimu sebuah surat yang nilainya lebih utama di antara surat-surat yang ada dalam Al-Qur’an.” Kemudian beliau melanjutkan, “(Yaitu) bacalah ‘alhamdulillahi rabbi alamîn’, yaitu surat Al-Fatihah, dan Al-Qur’an yang diturunkan kepadaku.” (HR.Bukhari)

Kamis, 23 Februari 2012

Kenapa Bunda Tidak Bekerja?

“Bunda, Alqa mau tanya.” Alqa yang baru genap berusia enam tahun memulai percakapan dengan bundanya
“Iya sayang, Alqa mau tanya apa sama bunda ?” Jawab bunda sambil mengelus lembut kepala Alqa yang kini berada di peluknya.
“Kok bunda tidak bekerja seperti bunda Faris atau bundanya Rahman ?” Tanya Alqa menyebut kawan-kawan mainnya sambil menatap wajah bunda.
“Kenapa bunda di rumah saja, hanya mengurus Alqa dan ayah ?”. Belum sempat bunda menjawab, Alqa kembali mengajukan pertanyaan.
Bunda tersenyum dan balik bertanya.
“Memangnya Alqa ingin bunda kerja ?”
“ Emm….. “. Alqa terdiam.
“Alqa mau bunda jadi jarang di rumah ?? Alqa mau, nanti ketika bunda bekerja, Alqa bunda titipkan dengan pengasuh ??” Bunda kembali bertanya.
Di lihatnya wajah putra semata wayangnya tiba-tiba murung. Sejurus kemudian, airmatanya menetes dan memeluk bundanya dengan erat.

Sabtu, 18 Februari 2012

Tips Mempermudah Shalat Tahajud


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sholat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al Muzzamil:1-4)

Firman Allah Subhanahu wa ta’alaa di atas telah memerintahkan dengan jelas kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tengah tidur untuk melakukan sholat malam atau sholat tahajud. Dan perintah yang diberikan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut bukanlah perintah yang dikhususkan hanya kepada beliau saja, melainkan juga kepada seluruh umat beliau. Namun pada kenyataannya, betapa sedikit sekali umat muslim yang dapat berdiri dan mengistiqomahkan sholat tahajud ini.