Ulama terkenal dari Nigeria pada Senin (14/5) bergumul di Mushin,
Provinsi Lagos, barat daya Nigeria, untuk menyaksikan upacara penamaan
seorang bayi.
Bayi tersebut bukan bayi biasanya sehingga harus
masuk pemberitaan di media, namun bayi yang terlahir pada 7 Mei 2012
tersebut terlahir dengan membawa sebuah Quran kecil di tangannya dari
rahim ibunya. Allahu akbar!
Setelah menyampaikan sebuah kultum,
seorang ulama Nigeria, Ustadz Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan
nama kepada bayi tersebut dengan nama Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo.
Dalam pemberian nama tersebut, Ustadz Abdul
Rahman juga menasihati sang ibu dari jabang bayi tersebut bahwa bayinya
bukanlah seorang nabi meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang
Quran.
Kamis, 24 Mei 2012
Kamis, 17 Mei 2012
Beberapa amalan dan do'a ketika turun hujan
Segala puji bagi Allah Ta’ala atas segala macam nikmat yang telah diberikan-Nya. Dan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta keluarga, para sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir zaman.
Segala puji bagi Allah, pada saat ini Allah telah menganugerahkan
kita suatu karunia dengan menurunkan hujan melalui kumpulan awan. Allah Ta’ala berfirman,
أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ (68) أَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ (69)
”Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?” (QS. Al Waqi’ah [56] : 68-69)
Begitu juga firman Allah Ta’ala,
وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا (14)
”Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah.” (QS. An Naba’ [78] : 14)
Allah Ta’ala juga berfirman,
فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ
”Maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya.” (QS. An Nur [24] : 43) yaitu dari celah-celah awan.[1]
Rabu, 09 Mei 2012
Pilihan Sendiri atau Murabbi?
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Ada banyak cerita yang aku dapatkan tentang proses ta’aruf selama
ini. Dari sekian banyak cerita, ternyata ada yang sungguh dramatis dan
tragis. Seperti apakah ceritanya?
Seperti judul di atas, cerita
ta’aruf yang akan diangkat di sini tentang pilihan sendiri atau pilihan
murabbi. Ada yang pernah bilang: “Salah ga sih kalo ada ikhwan yang
sudah punya pilihan sendiri kemudian mengajukan sebuah nama kepada
murabbinya?”
Tentu hal ini tak salah dan tak melanggar syar’i.
Ketika memang sudah ada kecenderungan dengan seorang akhwat dan memang
sudah siap nikah, maka keberanian mengajukan sebuah nama kepada seorang
murabbi bukanlah hal yang tak syar’i. Banyak yang bilang bahwa ketika
sudah menunjuk sebuah nama, apalagi misalnya satu organisasi, sering
berinteraksi selama ini, khawatir bahwa sudah terkotori dengan hal-hal
yang tak suci. Itu semua hanya kekhawatiran yang seharusnya diikhtiarkan
dengan menjaga prosesnya.
Sabtu, 05 Mei 2012
Duhai Hati… Tetaplah Istiqamah…
Seorang anak kecil datang menghampiri ibunya. Ia merengek minta
dibelikan sepatu baru. Di sekolah ia diejek karena sepatunya sudah usang
dan banyak tambalan. Dengan berbagai alasan ia utarakan agar ibunya mau
membelikan sepatu baru.
Dengan mata berkaca-kaca, sederet kalimat
ini keluar dari mulut ibunya, “Nak, kamu kan sudah besar. Kamu harus
mengalah dengan adik-adikmu. Mereka butuh uang untuk sekolah mereka
nanti. Uangnya ibu tabung untuk mereka. Kalau ibu pakai uang itu untuk
membelikan kamu sepatu baru, lalu adik-adikmu sekolah pakai uang siapa?
Apa kamu mau adik-adikmu tidak bersekolah?”
Anak kecil tadi
tiba-tiba terdiam. Ia terlihat seperti anak remaja yang sudah bisa
berpikir cukup berat dan bijak. Digoyang-goyangkan kepalanya sambil
mengusap air mata yang tadi keluar deras dari kelopak matanya. Lalu ia
berkata, “Bu, kalau nanti adik-adik sudah bisa sekolah. Terus kalau ada
sisa uang, belikan sepatu ya..”Anak itu mengatakan kalimat itu dengan
terbata-bata, seperti ia tidak rela dengan hal itu tapi ia dipaksa oleh
kondisi untuk mengikhlaskan apa yang menjadi kehidupannya. Mendengar itu
sang ibu memeluk anaknya dengan erat. Ia tidak menyangka anaknya dapat
memahami apa yang terjadi hari ini dengan keluarga mereka. Ia heran
anaknya sudah mampu berkata bijak seperti tadi ia dengar.
**********************************************************************
Jumat, 04 Mei 2012
Maukah Engkau Menikahi Putriku?
Siang itu wajah Ali bin Abi Thalib
berbinar-binar. Senyumnya merekah. Hatinya semakin mantap untuk
menghadap Rasulullah saw. Dirinya sudah bulat untuk memetik bunga dakwah
Rasulullah, Alipun berkata, “Ya Rasulullah, perkenankan aku menjadi
pendamping dakwah putrimu.” Sambil tersenyum Rasulullah menjawab,
“Engkau akan memberi Fatimah mahar apa?” Wajah Ali bin Abi Thalib
mendadak pucat. Ia tidak menduga Nabi saw bertanya seperti itu. Beberapa
saat ia terdiam. Memandang wajah teduh Rasulullahpun tidak mampu ia
lakukan.
Melihat Ali bin Abi Thalib tak menjawab
sepatah katapun, Rasulullah kemudian bertanya, Wahai Ali, masih ingatkah
engkau dengan baju yang pernah kuberikan padamu?” Dengan penuh heran
Ali menjawab, “Masih ku simpan rapi di rumahku, wahai Rasullullah.
Memangnya ada apa?” Rasulullah meneruskan pertanyaannya, “Bagaimana
kalau engkau jadikan baju besi itu sebagai mahar untuk putriku?”
Mendengar kalimat tanya itu, wajah Ali kembali berbinar. “Ya Rasulullah,
tidak ada lagi yang kumilliki untuk maharku selain baju besi itu,”
Jawab Ali tersipu malu.
Selasa, 01 Mei 2012
10 Hak Ukhuwah dan Kasih Sayang
Khutbah Jum’at: 10 Hak Ukhuwah dan Kasih Sayang | Muslim
yang satu dengan muslim yang lain adalah satu ikatan yang diikat dengan
persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah). Mukmin yang satu dengan mukmin
yang lain adalah saudara.
Sampai kapan pun, musuh-musuh Islam tidak rela jika umat Islam bersatu dan saling berkasih sayang. Padahal itu adalah karakter yang harus dimiliki oleh kaum mukminin. Sebagai pengingat agar kita semakin meneguhkan kasih sayang sesama Muslim ini, khutbah Jum'at edisi 26 Shafar 1433 H bertepatan 20 Januari 2012 bertemakan 10 Hak Ukhuwah dan Kasih Sayang.
Sampai kapan pun, musuh-musuh Islam tidak rela jika umat Islam bersatu dan saling berkasih sayang. Padahal itu adalah karakter yang harus dimiliki oleh kaum mukminin. Sebagai pengingat agar kita semakin meneguhkan kasih sayang sesama Muslim ini, khutbah Jum'at edisi 26 Shafar 1433 H bertepatan 20 Januari 2012 bertemakan 10 Hak Ukhuwah dan Kasih Sayang.





