Dan bersegeralah kalian menuju ampunan dan syurga Allah, yang luasnya
seluas langit dan bumi, yang hanya disediakan bagi orang-orang
bertaqwa” ~ QS Ali-Imran : 133.
Makna shaum (puasa) sebenarnya adalah al-Imsak (menahan),
yaitu menahan diri dari sesuatu yang halal, apalagi yang diharamkan oleh
Allah swt. Intinya dari puasa itu sebenarnya adalah pengendalian diri.
Lantas apa pentingnya untuk meraih taqwa, karena dengan mencapai derajat taqwa, maka seseorang akan memperoleh ad-dun-ya hasanah (kebaikan dunia) dan al-akhirati hasanah (kebaikan akhirat) yaitu syurga Allah swt.
Rabu, 24 Juli 2013
Antara Dakwah dan Prestasi Akademik
Dakwah - Membicarakan dakwah, seakan menjadi sesuatu yang tak pernah ada
habisnya. Mulai dari modelnya, cara pendekatan, relasi antara murabbi
dan mutarabbi, dan seterusnya.
Sebagian orang mungkin akan menganggap bahwa dakwah adalah urusan para ustadz atau ulama."Udahh itu bukan urusan gue..", begitu kira-kira celotehan sebagian orang.
Nyatanya dakwah adalah tugas bagi siapapun juga yang mengaku dirinya sebagai seorang muslim,dia menyeru pada kebaikan dan ketaatan pada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Menjadi dai, tak harus ia seorang lulusan pesantren atau alumnus keilmuan syar'i. Seorang da'i bisa saja mahasiswa teknik, farmasi, sastra, atau apalah.. Menjadi da'i menembus batas profesi, umur, ruang dan waktu. Menjadi dai adalah menjadi penyeru bukan penyaru, menjadi pendidik bukan penghardik.
Sebagian orang mungkin akan menganggap bahwa dakwah adalah urusan para ustadz atau ulama."Udahh itu bukan urusan gue..", begitu kira-kira celotehan sebagian orang.
Nyatanya dakwah adalah tugas bagi siapapun juga yang mengaku dirinya sebagai seorang muslim,dia menyeru pada kebaikan dan ketaatan pada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Menjadi dai, tak harus ia seorang lulusan pesantren atau alumnus keilmuan syar'i. Seorang da'i bisa saja mahasiswa teknik, farmasi, sastra, atau apalah.. Menjadi da'i menembus batas profesi, umur, ruang dan waktu. Menjadi dai adalah menjadi penyeru bukan penyaru, menjadi pendidik bukan penghardik.
Dukungan untuk Sang Ustadz
![]() |
| Uatadz Yusuf Mansur |
Islam beribadah itu akan dibiarkan. Islam berekonomi akan diawasi. Islam berpolitik itu akan dicabut seakar-akarnya”. Ini adalah ucapan terkenal dari tokoh sejarah yang dicintai umat Islam di Indonesia, Muhammad Natsir.
Ucapannya itu sangat dekat dengan realita. Muslim yang hanya kuat dalam beribadah namun lemah dalam ekonomi dan politik, akan dibiarkan oleh pihak yang tidak suka Islam menjadi kuat di muka bumi. Begitu ada muslim yang baik yang berpengaruh pada umat dan mulai berjaya ekonominya, akan diawasi khawatir hartanya dipergunakan untuk kepentingan umat Islam. Dan begitu ada sekelompok umat yang berjuang dalam dunia politik, maka itu adalah potensi bahaya yang besar bagi pihak yang memusuhi Islam karena dengan politik Islam bisa tegak secara formal dan memiliki power di persada bumi.
Sabtu, 19 Januari 2013
Murabbi Bukan Biro Jodoh !!!
![]() |
| Menikahlah Untuk Ibadah (inspirasi) |
“Ikhwahfillah rahimakumullah, kita harus pahami bersama bahwa murabbi bukan biro jodoh”, tutur lembut murabbi dengan sedikit penekanan di akhir kalimat.
Saya mencoba menelisik sebab kalimat ini muncul. Bahkan hampir beberapa pertemuan halaqah bahasannya masih membahas yang begini-beginian.
Entah, hal ini menjamur sejak masa mana? Kader-kader di kampus seperti berlomba-lomba mencapai pelaminan. Yang pasti bagi yang memang sudah terlaksana sebuah jalan yang syar’i dan telah berlalu ijab qabul, “maka itu yang disebut dengan takdir”, ujar murabbiku lagi.
Nah tapi, fenomena yang kemudian muncul dewasa ini adalah banyak kader-kader “muda” yang justru terperdaya dengan “nasib” saudaranya.
Jumat, 04 Januari 2013
Menikah, Kenapa Takut?
![]() |
| Indahnya Menikah |
Oleh : DR. Amir Faishol Fath
Kita hidup di zaman yang mengajarkan pergaulan bebas, menonjolkan aurat, dan mempertontonkan perzinaan. Bila mereka berani kepada Allah dengan melakukan tindakan yang tidak hanya merusak diri, melainkan juga menghancurkan institusi rumah tangga, mengapa kita takut untuk mentaati Allah dengan membangun rumah tangga yang kokoh? Bila kita beralasan ada resiko yang harus dipikul setelah menikah, bukankah perzinaan juga punya segudang resiko? Bahkan resikonya lebih besar. Bukankankah melajang ada juga resikonya?
Hidup, bagaimanapun adalah sebuah resiko. Mati pun resiko. Yang tidak ada resikonya adalah bahwa kita tidak dilahirkan ke dunia. Tetapi kalau kita berpikir bagaimana lari dari resiko, itu pemecahan yang mustahil. Allah tidak pernah mengajarkan kita agar mencari pemecahan yang mustahil. Bila ternyata segala sesuatu ada resikonya, maksiat maupun taat, mengapa kita tidak segera melangkah kepada sikap yang resikonya lebih baik? Sudah barang tentu bahwa resiko pernikahan lebih baik daripada resiko pergaulan bebas (baca: zina). Karenanya Allah mengajarkan pernikahan dan menolak perzinaan.
Kamis, 03 Januari 2013
Nikah Muda: Gaya Pacaran Anak Muda Zaman Sekarang
Cinta sudah sering menjadi bahan obrolan oleh setiap manusia, dari yang muda hingga yang tua. Hal itu dikarenakan kata-kata cinta akan selalu bermakna keindahan dalam kehidupan, karena pasti akan merujuk kepada kebahagiaan individu.
Menurut Merriam Webster, cinta adalah sebuah kebajikan yang merepresentasikan kebaikan manusia, keharuan dan kasih sayang – “the unselfish loyal and benevolent concern for the good of another”. ~ Merriam Webster Dictionary
Cinta pun bagi manusia, perlu diungkapkan, utarakan dan ditunjukkan lewat bukti-bukti nyata. Cinta kepada orang tua lewat bakti, cinta kepada tanah air lewat abdi, cinta kepada sahabat lewat relasi. Lalu bagaimana cinta kepada lawan jenis?




