Jumat, 30 Agustus 2013

Surat Cinta untuk Murobbi



Untuk Murrabbiku, sang Bidadari Bersayap Malaikat…

Ketika perjumpaan pertama kita, Awalnya biasa saja. Tak ada perasaan khusus dariku untukmu. Semuanya tampak biasa…
Kecuali senyum tulus yang engkau sunggingkan kepadaku, jabatan erat tangan darimu, serta pelukan bersahabat yang kudapatkan untuk pertama kalinya ketika kumelangkahkan kaki di tempat yang serba asing di kala itu, namun ditakdirkan sebagai bagian dari masa depanku.

Sungguh…semua membuatku merinding, merasa diistimewakan… Oh Tuhan, Bidadari itu telah menyapaku, membimbing tanganku tuk melangkah di jalanMu. Ajakan-ajakan tulus nan mulia telah mengantarkanku menjadi Mutarrabimu…
Merintis langkah-langkah ke syurga yang tak pernah terbersit lama di khayalanku. Khayalan kanak-kanakku yang masih tak memahami bahwa setelah hidup pasti akan ada mati, bahwa hidup ini bukan hanya deretan kejadian kosong tanpa maknawiyah Ketauhidan di dalamnya, bahwa kehidupan sebenarnya adalah kelak ketika semuanya tak di perdulikan lagi kecuali amalan-amalan kita di dunia.

Haruskah Suami Istri Menutupi Tubuh Saat Jima’?

Hingga saat ini, banyak Muslim yang beranggapan bahwa ketika suami istri berjima’, mereka harus menutupi tubuhnya alias tidak diperbolehkan telanjang. Umumnya, anggapan ini dilandasi oleh dua hadits berikut ini.
Pertama, hadits riwayat Ibnu Majah.
“Jika seseorang diantara kalian hendak mendatangi istrinya, maka hendaklah menutupi tubuhnya, dan janganlah bertelanjang bulat seperti telanjangnya dua khimar.”
Kedua, hadits riwayat Tirmidzi.
”Janganlah kalian bertelanjang, sebab sungguh bersama kalian ada makhluk yang tak pernah berpisah...”
Bagaimanakah duduk persoalan yang sebenarnya dan bagaimana kedudukan dua hadits tersebut? Salim A. Fillah di dalam bukunya Bahagianya Merayakan Cinta menjelaskan bahwa hadits pertama (yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah) adalah dhaif. Dalam sanadnya terdapat Al Ahwash bin Hakim dan Walid bin Al Qasim Al Hamdani, keduanya dhaif. Bahkan, An Nasa’i memberi catatan: “hadits ini mungkar.”

Senin, 26 Agustus 2013

Kabar Gembira dari Dr. Aidh Qarni



Dr. Aidh Qarni, ulama Saudi
  Dr. Aidh Qarni seorang ulama di Saudi yang terkenal dengan bukunya “La Tahzan” menulis di ansarportsaid.net hari Sabtu 24 Agustus 2013 tentang bagaimana seorang muslim menyikapi kondisi Mesir saat ini. Berikut cuplikan tulisan beliau:

Ketika aku sedang menagis karena meratapi apa yang menimpa umat ini di seluruh dunia Islam, terutama di Mesir dan Suriah, ada seorang kawanku datang bertanya, “Kenapa kau bersedih?” Aku menjawab, “Aku bersedih karena agamaku sedang dalam kesulitan.” Diapun menjawab, “Islam adalah agama Allah swt. Dia sendiri yang akan menolongnya. Bukankah Allah swt. berfirman, ‘”Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.’” [Al-Mujadilah: 21].

Sabtu, 03 Agustus 2013

3 Pemimpin Dunia Yang Hafal Al-Qur'an 30 Juz


1. Raja Arab Saudi “FAISAL BIN ABDUL AZIZ”
Adalah Raja Arab Saudi yang ke 3 yang menjabat mulai tahun 1964 hingga tahun 1975. Raja Faisal lahir di Riyadh pada tahun 1906 dan merupakan anak keempat Raja ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdurrahman as-Saud, pendiri Arab Saudi.

Beliau hafal 30 juz pada usia 16 tahun, menjadi panglima perang pada usia 19 tahun, memimpin timur tengah untuk melawan Israel (tidak dilakukan oleh raja Saudi lainnya), satu-satunya pemimpin Arab yang berani mengembargo minyak bumi ke Amerika Serikat dan Nato.

Dalam seruan khutbah Jihadnya melawan Israel, Raja Faisal berdo’a dihadapan khalayak agar Allah menetapkan kematiannya diterima Allah sebagai orang yang terbunuh dijalanNya (Syuhada). Insyaallah terkabul ketika dibunuh Konspirasi melalui tangan keponakannya sendiri yg baru pulang dari Amerika.

Minggu, 28 Juli 2013

Kucing Halal Di Syam & Orang Syahid di Negeri Kinanah

Penulis : Salim A. Fillah
Orang ini sepertinya menulis sambil berbasah air mata, soalnya kita yang baca pun tak kuasa menahannya, seolah tak percaya dan kita ingin berkata : 
"Wahai Rabb kami yang Maha Penyayang, Maha Lembut dan Maha adil, ini tidak benar-benar terjadi khan!?", tetapi ketika Allah menetapkan takdir dan ketetapan, maka kita mengimaninya, dengan keyakinan bahwa Allah punya rencana. Rencananya pastilah kebaikan seperti dijanjikanNya. Astaghfirullah. Ampuni kami ya Allah

(1) Kita membaca tarikh dan musuhpun menyimak sejarah; Al-Aqsho dan Palestina selalu dibebaskan dari paduan 2 arah; Mesir dan Suriah. Ini pertarungan.

(2) Kholid dari arah Suriah dan 'Amr ibn Al-'Ash dari arahMesir; maka Alloh memilih Abu 'Ubaidah membebaskan Al-Aqsho dan 'Umar menerima kuncinya.

Kamis, 25 Juli 2013

Pesta Miras ,Warung Miras Tuban Digrebek Polisi

Tuban - Sejumlah petugas dari anggota Shabara Polres Tuban melakukan penggrebekan terhadap sejumlah warung miras yang buka pada Bulan Puasa, Rabu (24/07/2013). Hasilnya petugas menyita ratusan liter minuman keras jenis Arak.

Sejumlah pemuda yang sedang melakukan pesta miras di sebuah warung yang berada di jalan Diponegoro, Kabupaten Tuban dikagetkan dengan datangnya sejumlah petugas Kepolisian dari Polres Tuban yang melakukan Razia dengan sasaran Minuman Keras.